Cristiano Ronaldo Menuju Zona Akhir Karier?

HALAKKITA.COM | MADRID – Cristiano Ronaldo mendapat prediksi tak mengenakkan dari beberapa kalangan terkait masa depannya. Sebagian tetap memuji, namun ada juga yang bisa membuat telinga Cristiano Ronaldo merah. Semua itu berlatar performa terkini dari sang megabintang di pentas La Liga.

Pada laga Real Madrid kontra Las Palmas, akhir pekan lalu, Cristiano Ronaldo tak sanggup mencatatkan namanya di papan skor. Meski mengirim satu assist, publik tetap menyorot kemampuan penyelesaian akhir Cristiano Ronaldo.

Statistik La Liga menyebut, Cristiano Ronaldo melakukan delapan tembakan ke arah gawang Las Palmas. Sayang, tak ada satupun yang berujung gol. Kondisi tersebut membuat CR7 sempat disebut tak lagi efektif, berbeda dengan sang rival abadi, Lionel Messi.

Catatan situs La Liga mengungkapkan, Cristiano Ronaldo sudah melakukan 48 tembakan, dan hanya satu yang berujung gol. Hal itu berbanding terbalik dengan performa Lionel Messi.

Sang Messiah mampu merobek jala gawang lawan sebanyak 12 kali dalam 69 percobaan. Walhasil, julukan kurang efektif kini melekat di kaki dan kepala Cristiano Ronaldo.

Kolumnis ESPN, Matt McGinn menyebut catatan sepanjang awal musim ini di pentas La Liga, memberi sinya kemunduran performa Cristiano Ronaldo. Bagi McGinn, penampilan CR7 membuat publik sudah mulai paham; inilah awal dari masa akhir karier eks Manchester United.

Menurut McGinn, faktor usia dan kecepatan menjadi indikasi utama. Saat ini Cristiano Ronaldo sudah berusia 32 tahun, dan selama 16 tahun berkarier profesional, fase terkini menjadi yang terendah.

Beruntung, satu yang menjadi penguat Cristiano Ronaldo adalah profesional. Beberapa kali si pemilik nomor 7 tersebut mengunggah aktivitas kala menjaga kebugaran, mulai dari lari, jogging sampai ‘memainkan’ alat penjaga kebugaran di sebuah gym.

“Dia profesional, dan itu yang membuatnya masih bisa berada di papan atas. Tapi tak bisa dibohongi lag, Ronado sedang menuju fase akhir. Pintu itu sudah terbuka, dan sekarang menunggu apakah Ronaldo mau masuk cepat atau tidak,” sebut McGinn.

Statistik dalam dua musim terakhir bisa menjadi bukti. Ronaldo mengemas 61 gol pada 2014-2015 di seluruh kompetisi. Angka itu menurun pada musim berikutnya menjadi 51 gol, dan hanya 42 gol pada 2016-2017.

Menurut McGinn, hal itu pula yang membuat Cristiano Ronaldo dianggap sedang bermasalah dengan kondisi fisik secara menyeluruh. Wajar jika akhirnya mantan kekasih Irina Shayk tersebut tak dipanggil pelatih Timnas Portugal, Fernando Santos.

Artinya, pada dua minggu ke depan, Ronaldo mendapat kesempatan meningkatkan level kebugaran dan ketajaman. Ia akan bermain lagi saat Real Madrid bersua Atletico Madrid di markas lawan, Stadion Wanda Metropolitano.

Asa kala bersua Atletico Madrid tergolong tinggi. Statistik menunjukkan, Cristiano Ronaldo mencetak tujuh gol dalam enam pertemuan kontra Los Rojiblancos.

“Dia punya masa pembuktian dalam dua pekan ke depan. Artinya, pintu menuju zona akhir karier tetap terbuka, tapi bisa tertutup lagi andai Cristiano Ronaldo mampu memberikan kabar gembira dalam rentang 14 hari,” jelas McGinn.

Situasi tersebut bukan tanpa perhatian dari internal Real Madrid. Pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane memberi dukungan terhadap kondisi CR7. Ia yakin, Cristiano Ronaldo akan segera bangkit dan memberi banyak gol bagi Los Blancos.

 

Teks/Foto: Liputan6.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »