Cerita Emirates Saat Gunung Agung Erupsi…

HALAKKITA | JAKARTA –  Gunung Agung, Bali pada akhir bulan November lalu menunjukkan peningkatan status kegunungapian. Keadaan tersebut setidaknya membuat Bandara Ngurah Rai ditutup beberapa waktu.

Dengan kondisi penutupan bandara saat itu, seluruh maskapai penerbangan tak bisa terbang ke Bali. Tak terkecuali, Emirate Airlines.

Country Manager Emirates di Indonesia, Rashid Al Ardha berbagi cerita seputar dampak leusan Gunung Agung dan penanganan penumpang maskapai Emirates Airlines. Ia mengaku peristiwa erupsi Gunung Agung sangat berimbas pada Emirates.

“Tentu berdampak. Berimbas ke siapa pun, sayangnya. Berdampak juga ke Bali. Bali sangat penting bagi kami dan juga ke maskapai lain,” ujar Rashid.

Ia bersyukur karena bandara tutup hanya tiga hari. Menurutnya, selama Bandara Ngurah Rai tutup, ada enam jadwal penerbangan yang dibatalkan.

Pramusaji menyiapkan makanan untuk wisatawan saat asap putih terembus dari kawah Gunung Agung terlihat dari Amed, Karangasem, Bali, Kamis (7/12/2017). Gunung Agung yang berada dalam status level IV atau awas kembali mengembuskan asap putih tebal dari kawahnya.

“Dan kami bersyukur pada tanggal 3 Desember, kami sudah menjelaskan ke penumpang. Jadi kami tidak memiliki penumpang yang terlantar. Kami bersyukur juga VONA (Volcano Observatory Notice for Aviation) sudah turun. Mudah-mudahan bahaya (erupsi) bisa pergi,” katanya.

Ia mengatakan saat terjadi penutupan Bandara Ngurah Rai yang berujung pembatalan penerbangan, penumpang maskapai Emirates mendapatkan penginapan.

Hal itu sesuai dengan standar pelayanan maskapai bila terjadi bencana alam yang berujung pembatalan penerbangan.

“Meskipun demikian, tak ada penumpang kami yang terlantar. Kami ada rapat, rapat, rapat pada pagi hari. Sekitar pukul 06.00 pagi. Tak ada penerbangan kami yang datang. Kami hanya stop beroperasi. Kami tak terima penumpang mana pun dari bandara lain, alhamdulillah. Staf kami bekerja 24 jam dalam seminggu,” ujarnya.

Petugas memeriksa tiket penumpang di Bandara Ngurah Rai Bali, Rabu (29/11/2017). Berdasarkan hasil rapat evaluasi kondisi terkini Gunung Agung yang kondisinya sudah turun dari merah ke oranye sehingga Bandara Ngurah Rai Bali dibuka kembali seperti biasa sejak pukul 15.00 Wita.

Bandara Ngurah Rai telah ditutup sejak Senin (27/11/2017) pagi. Penutupan tersebut mempertimbangkan ruang udara bandara yang masih tertutup oleh sebaran abu vulkanik Gunung Agung sesuai dengan plotting Volcanic Ash Advisory Centre.

Sebanyak 445 penerbangan dibatalkan pada awal penutupan Bandara Ngurah Rai, Senin (27/11/2017). Penerbangan yang terdampak itu terdiri dari 196 penerbangan internasional dan 249 penerbangan domestik.

 

Teks/Foto: Kompas.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »