Wabah Difteri, Orang Dewasa juga Perlu ‘Booster’ Vaksin

HALAKKITA | JAKARTA – Indonesia kembali diserang dengan wabah virus difteri. Penyakit ini sebenarnya bisa ditangkal dengan vaksin DPT yang biasa disuntik saat kecil.

Hanya saja terkait merebaknya kembali wabah virus difteri ini, banyak orang dewasa yang terjangkit difteri. Parahnya, orang dewasa yang terjangkit difteri ini pun sudah pernah disuntik DPT saat kecil.

Kasus orang dewasa yang masih mungkin terkena difteri meskipun sudah vaksin memang masih mungkin terjadi. Hanya saja, kasus ini mungkin terjadi karena vaksin atau status imunisasi DPT yang kurang lengkap sejak kecil.

“Anda harus memastikan apakah sudah menerima vaksin difteri atau belum. Jika belum maka harus diimunisasi lagi untuk mencegah terkena penyakit ini,” tulis pernyataan dari Hello Sehatyang diterima CNNIndonesia.com.

Hanya saja, sekalipun vaksin difteri sudah diberikan sejak kecil, ini tak berarti kalau Anda benar-benar bebas serangan penyakit tersebut.

Ada berbagai hal yang memungkinkan orang yang sudah disuntik difteri saat kecil dan terserang lagi saat dewasa. Salah satunya adalah menurunnya kekebalan tubuh terhadap penyakit difteri seiring waktu.

Vaksin difteri untuk orang dewasa memiliki jenis yang berbeda dengan vaksin difetri untuk anak. Vaksin difteri dewasa menggunakan vaksin Td/Tdap, yaitu vaksin DPT dengan reduksi antigen dan pertusis. Dalam vaksin ini Tdap menggunakan komponen pertusis aseluler, yaitu bakteri pertusis yang dibuat tak aktif sehingga jarang menyebabkan demam.

Vaksin ini diberikan beberapa kali sejak usia 2-18 tahun, yaitu pada 5, 10-12 dan 18 tahun. Agar lebih efektif vaksin ini bisa diberikan setiap 10 tahun kali seumur hidup.

Tak dimungkiri, vaksin hanya mampu memberikan perlindungan selama 10 tahun saja. Setelahnya harus diperkuat kembali dengan vaksin yang sama.

Menurut CDC, pemberian vaksin difteri untuk orang dewasa bisa diberikan pada usia 19-64 tahun dengan satu dosis.

Untuk orang dewasa yang belum pernah mendapat vaksin Td atau belum lengkap status imunisasinya harus diberikan 1 dosis vaksin Tdap dan vaksin Td per 10 tahun sebagai penguat.

Untuk orang dewasa yang sama sekali tak imunisasi harus diberikan dua dosis pertama dengan jarak 4 minggu. Sedangkan dosis ketiganya diberikan antara 6-12 bulan dari dosis kedua.

Sedangkan orang dewasa yang belum selesai tiga dosis vaksin Td primer bisa diberikan sisa dosis yang belum terpenuhi. Hanya saja sayangnya, Indonesia masih belum ada program imunisasi difteri untuk orang dewasa.

 

Teks/Foto: CNNIndonesia.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »