Ingat, Lelaki “Loyo” Bisa Matikan Gairah Seks Perempuan

HALAKKITA | JAKARTA – Terdapat beragam alasan tentang mengapa pasangan Anda tak ingin berhubungan seks.

Mereka mungkin terlalu lelah karena bekerja, stres atau cemas, hingga tidak cukup tidur selama delapan jam.

Tetapi, semua potensi alasan itu bisa kalah dengan kenyataan bahwa mereka memang hanya tidak memiliki gairah untuk aktivitas di ranjang.

Libido perempuan yang kompleks pun menjadi sebab lain, -hingga Anda berdua pun bahkan tidak mampu mengetahui masalah yang sesungguhnya.

Berikut ini beberapa kemungkinan masalah yang menyebabkan gairah seksual perempuan turun, yang dipaparkan terapis seks Mary Jo Rapini:

1. Amarah

Jika pasangan Anda tengah dalam keadaan marah, maka akan sulit untuk bergairah.

“Perempuan harus merasa dicintai dan terhubung dengan pasangan mereka.”

“Kebencian menghalangi Anda dari perasaan bebas untuk lepas selama berhubungan seks. Padahal itu adalah kunci untuk menikmati aktivitas tersebut.”

Rapini lantas menyarankan agar pasangan yang menghadapi persoalan ini melakukan sesuatu yang seru bersama-sama.

Misalnya, menonton film dan kemudian membahas apa yang mereka saksikan itu bersama-sama.

Itu, kata Rapini, adalah cara paling baik untuk memecah kebuntuan dan saling bicara jujur satu sama lain.

2. Tak “pede” dengan bentuk tubuh

Alasan pasangan menghindari hubungan seksual karena sesuatu yang Anda tak sengaja katakan tentang tubuhnya.

Atau, karena dia memang sedang tidak “pede”  dengan tubuhnya, sehingga membuat dia tidak nyaman untuk berhubungan seks.

Sebagai saran, jika dia ingin merasakan tubuhnya sehat dan lebih baik, maka bisa diajak berolahraga atau beraktivitas memasak bersama. Hal itu bisa memperkuat ikatan.

3. Pil kontrasepsi

Sangat mudah untuk menyalahkan hormon bila dia tidak merasa bergairah.

Tapi, jika dia berpikir kurangnya gairah karena pil kontrasepsi -dan tidak ingin melepaskan karena alasan kehamilan, Anda pasti mengira kehidupan seks ke depan akan “suram”.

Eits, tunggu dulu.

Sebuah studi di tahun 2016 yang dilansir Journal of Sexual Medicinemenemukan hormon dalam pil “KB” bukan faktor kuat dalam libido suami istri.

faktor hubungan antara pasangan itulah yang bakal membuat lebih banyak perbedaan.

Oleh karena itu, pil bukanlah penentu gairah dalam hubungan seksual. Jika dia mengalami masalah, ada baiknya mempertimbangkan poin lain dalam daftar ini.

4. Performa pria”anjlok”

Rapini melihat banyak perempuan di usia-30an mengatakan, pasangan mereka adalah suami dan ayah yang keren, tapi bukan terbaik di ranjang.

“Saya minta mereka untuk mengevaluasi bagaimana pentingnya itu bagi mereka,” katanya.

Bagaimana jika performa Anda mulai “loyo” dan mengganggu kehidupan seks jangka panjang?

Tanyakan padanya apakah ada yang bisa Anda lakukan secara berbeda atau apakah ada sesuatu yang baru yang ingin dia coba.

Ini bisa jadi canggung, tapi mungkin sesederhana dia menginginkan foreplay lebih lama.

5. Terlalu lama bersama

Seseorang tak mungkin selamanya hebat di atas ranjang, kata Rapini.

“Dalam hubungan jangka panjang, lebih banyak perempuan daripada pria yang cenderung bosan,” kata Rapini.

Nah, terbuka untuk mengeksplorasi hal-hal baru, seperti dengan mainan seks dapat membantu membawa pengalaman baru dan memuaskan di ranjang.

 

Teks/Foto: Kompas.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »