Bukan Pemalas, Susah Bangun Pagi Memang Bawaan Gen

HALAKKITA | JAKARTA – Seringkali kita masih merasa lesu di pagi hari meski telah menghabiskan bercangkir-cangkir kopi. Bahkan, walau kita tidur nyenyak selama 8 jam, bangun pagi tetap terasa seperti siksaan.

Mata rasanya ingin terus terpejam dan tubuh masing ingin berada di kasur sepanjang pagi hari. Ternyata hal ini bukan karena kita seorang pemalas, tapi mungkin memang bawaan genetik.

Sebuah tim ahli genetika dari Universitas Leicester melakukan penelitian yang tampaknya berhasil menunjukkan perbedaan DNA antara orang yang bisa bangun pagi dan tidak.

Penelitian ini melibatkan analisis 80 gen berbeda yang berkaitan dengan irama sirkadian pada lalat buah. Lalat buah dianggap sebagai subjek uji ideal karena kesamaan genetik mereka dengan manusia.

Penelitian yang dipublikasikan di Frontiers of Neurology, menemukan bahwa lalat buah masuk ke dalam dua kelompok yang berbeda secara genetis.

Kelompok pertama disebut “larks,” yang merupakan lalat yang muncul dari pupa mereka di pagi hari. Sementara itu, kelompok kedua disebut “owl” atau burung hantu , yaitu lalat yang muncul dari pupa mereka di malam hari.

Salah satu temuan penting dari penelitian ini adalah bahwa perbedaan genetik antara larks dan owl tidak terkait dengan “gen jam” yang biasanya dianggap bertanggung jawab untuk mengatur ritme sirkadian tubuh.

Perbedaan besar kode genetik pada kedua kelompok hewan ini dianggap memengaruhi perbedaan antara lark dan owl pada kelompok lalat. Dan pada gilirannya, penemuan ini juga dianggap berlaku pada “manusia pagi” dan “manusia malam”.

Eran Tauber, penggagas studi tersebut, menjelaskan bahwa perbedaan genetik ini pada akhirnya membentuk keseluruhan pengalaman hidup lalat.

Untuk mengidentifikasikannya di tingkat manusia, jika “manusia pagi” dan “manusia malam” diberi tugas untuk menyelesaikan tenggat waktu 16 jam, mungkin selesainya sama pada akhir hari.

Tetapi, pada jam kerja tradisional yaitu mulai jam 9 sampai jam 5 sore, biasanya mereka yang bisa tidur pada pukul 9 malam dan bangun pagi secara segar hanya mampu dilakukan “manusia pagi” yang memiliki genetika tersebut.

 

Teks/Foto: Kompas.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »