Banyuwangi Berencana Gaet Turis Australia

HALAKKITA | BANYUWANGI –  Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes, mengunjungi Banyuwangi, Senin (18/12/2017). Chris disambut Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas dan menikmati sarapan pecel rawon dan minuman temulawak di Pendopo Shaba Swagata Blambangan Banyuwangi.

Anas memanfaatkan kehadiran Chris untuk memperkuat jaringan pengembangan pariwisata dengan Australia. Banyuwangi berharap bisa menggaet turis dari negeri kanguru itu lebih banyak lagi.

“Selama ini, jumlah terbesar turis mancanegara yang datang ke Banyuwangi dari Eropa, terutama Perancis dan Belanda. Tujuan utama tetap ke Kawah Ijen. Nah kami ingin lebih banyak turis Australia yang datang ke Banyuwangi,” ujar Anas.

Anas optimistis, peluang menggaet turis asal Australia cukup besar karena jumlah kunjungan mereka ke Bali juga cukup tinggi hingga lebih 1,1 juta turis Australia per tahun.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membantu Konsul Jenderal Australia di Surabaya, Chris Barnes memasang udeng, ikat kepala khas Suku Osing, Senin (18/12/2017).

“Tiga besar negara yang mengunjungi Bali adalah China, Australia, dan India. Kami sedang berupaya menggaet mereka ke Banyuwangi setelah menikmati Bali. Faktor kedekatan geografis ini harus dimanfaatkan. Kemitraan dengan Konsulat Jenderal Australia di Surabaya dan nantinya dengan Konjen Australia di Bali adalah upaya untuk mencapai itu,” kata Anas. Anas memaparkan sejumlah destinasi wisata di Banyuwangi, mulai pantai, gunung, hingga hutan. “Kami punya Gunung Ijen dengan kawah yang bisa memancarkan api biru yang hanya ada dua di dunia. Juga Pantai Plengkung yang sangat menantang untuk berselancar. Semuanya akan memberi pengalaman yang tidak bisa ditemukan di tempat lainnya,” kata Anas.

Selain itu, Banyuwangi pun kental dengan tradisi dan budaya lokal yang bisa menarik minat turis Australia.

Chris Barnes menyambut hangat sinergi dengan Banyuwangi. Dia juga telah mendengar sejumlah destinasi wisata Banyuwangi.

“Banyuwangi sangat terkenal tidak hanya di Jawa Timur, bahkan di berbagai negara termasuk Australia. Selain ada pantai yang terkenal tempat surfing terbaik. Cerita tentang kehangatan dan keramahan orang Banyuwangi menjadi salah satu alasan kenapa saya ingin hadir di sini. Saya pastikan kami akan promosikan di Australia untuk warga kami agar bisa berwisata ke sini,” kata Chris.

Chris juga berjanji akan kembali lagi ke Banyuwangi dengan mengajak Dewan Bisnis Indonesia-Australia untuk menjajaki berbagai peluang bisnis yang bisa dikerjasamakan. “Kemitraan yang baik di antara kita akan mampu membangun hubungan yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

Petambang memikul belerang seberat lebih dari 70 kilogram. Mereka harus menempuh jarak sejauh 3 kilometer dari kawah Gunung Ijen menuju Pos Paltuding di kawasan Ijen, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Masyarakat sekitar Gunung Ijen kini sudah mengantisipasi gejala bencana dari kawah tersebut.

“Banyuwangi sangat terkenal tidak hanya di Jawa Timur, bahkan di berbagai negara termasuk Australia. Selain ada pantai yang terkenal tempat surfing terbaik. Cerita tentang kehangatan dan keramahan orang Banyuwangi menjadi salah satu alasan kenapa saya ingin hadir di sini. Saya pastikan kami akan promosikan di Australia untuk warga kami agar bisa berwisata ke sini,” kata Chris.

Chris juga berjanji akan kembali lagi ke Banyuwangi dengan mengajak Dewan Bisnis Indonesia-Australia untuk menjajaki berbagai peluang bisnis yang bisa dikerjasamakan. “Kemitraan yang baik di antara kita akan mampu membangun hubungan yang saling menguntungkan,” pungkasnya.

 

Teks/Foto: Kompas.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »