2018, pemerintah targetkan distribusi BBM satu harga di 54 titik

HALAKKITA | JAKARTA – PT Pegadaian (Persero) menargetkan dapat meraup untung sebesar Rp2,7 triliun di tahun ini. Tahun lalu, perseroan membukukan laba bersih (prognosa) sebesar Rp2,5 triliun.

Direktur Utama Pegadaian Sunarso menjelaskan, tahun ini, perseroan memproyeksikan pendapatan sebesar Rp12,6 triliun atau naik sekitar 17,7 persen dibandingkan prognosa tahun lalu Rp10,7 triliun.

“Tahun ini kami targetkan outstanding pinjaman naik Rp8,8 triliun menjadi Rp45,4 triliun, pendapatan Rp12,9 triliun, dan laba bersih Rp2,7 triliun,” ujar Sunarso kepada CNNIndonesia.com, dikutip Jumat (5/1).

Sunarso juga menyebut, aset perseroan di tahun ini bakal meningkat Rp8,2 triliun menjadi Rp58,5 triliun. Adapun aset perseroan di akhir tahun lalu mencapai sekitar Rp50 triliun. Aset tersebut mayoritas atau sekitar 70 persen masih didominasi oleh pinjaman, baik dari perbankan maupun penerbitan obligasi.

“Target kami, tahun ini paling besar adalah bisa menaikkan jumlah nasabah menjadi 11,5 juta atau naik 2 juta dari saat ini 9,5 juta,” ungkap Sunarso.

Guna mencapai target tersebut, menurut dia, pihaknya pada tahun depan bakal mendorong peningkatan kualitas dan memperluas jangkauan layanan perseroan.

“Jangkauan layanan akan kami lakukan dengan tetap mempertahankan jumlah kantor cabang yang ada saat ini sekitar 4.900 kantor cabang, tetapi menambah agen,” terang dia.

Selain memperluas jangkauan melalui kantor dan agen, perseroan juga bakal memperluas produk gadai maupun produk nongadai. Saat ini, porsi produk gadai perseroan mencapai 90 persen yang didominasi oleh gadai emas.

“Ke depan, kami ingin porsi gadai ini turun menjadi sekitar 80 persen. Produk gadainya juga kami perbanyak, sehingga gadai emas juga porsinya akan turun,” imbuh dia.

 

Teks/Foto: CNNIndonesia.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »