Youtube Akan Inspeksi Video Populer dari Konten Negatif

HALAKKITA | JAKARTA –  Youtube berencana untuk memeriksa video-video Youtube populer mereka. Terutama video-video yang direkomendasikan agar bisa dibundel untuk iklan besar yang disebut ‘Google Preffered’.

Langkah ini dilakukan sebagai tanggapan atas tuduhan kepasifan Youtube menanggapi isu konten negatif yang ada di platformnya itu. Hal ini diungkap oleh orang dalam yang mengetahui masalah tersebut seperti disebutkan Bloomberg, Jumat (12/1).

Tuduhan ini membesar terutama setelah ramainya kasus video salah satu Youtuber, Logan Paul. Paul merekam video seseorang yang bunuh diri di hutan di Jepang.

Video tersebut dikecam karena dianggap tak pantas. Setelah mendapat tekanan, Youtube akhirnya menegur Paul dan menyingkirkan akun tersebut dari rekomendasi Google Preffered.

Beberapa bulan sebelumnya, sejumlah pengiklan juga sempat hengkang dari Youtube lantaran iklan mereka ditempatkan di video-video yang mereka anggap berdampak buruk terhadap brand pengiklan tersebut.

Para pengiklan juga mengkritik Youtube atas video yang ditujukan untuk anak-anak. Sebab, beberapa melaporkan bahwa akun video anak itu berisi konten yang mengerikan.

Google lantas menyatakan bahwa mereka akan menerapkan moderasi oleh manusia dan kecerdasan buatan. Saat ini Google mengumumkan telah mempekerjakan 10.000 orang.

Mereka akan melakukan penyaringan konten yang dianggap tidak pantas untuk dipasang iklan. Langkah ini dianggap sebagai langkah aktif Youtube atas berbagai protes yang ditujukan pada platformnya itu.

“Kami membangun Google Preferred untuk membantu pelanggan (iklan) untuk menggapai penonton (yang tepat),” jelas juru bicara Alphabet, induk perusahaan Google dalam pernyataannya.

“Saat ini kami sedang mendiskusikan dan mencari umpan balik dari mitra pengiklan kami soal cara untuk menawarkan lebih banyak jaminan atas apa Upfront yang mereka beli.”

Upfront adalah proses penjualan industri iklan tahunan yang biasanya dilakukan pada Mei. Di masa itu brand biasanya membuat perjanjian iklan dalam jangka panjang.

 

Teks/Foto: CNNIndonesia.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »