Tahun Lalu, Rata-Rata Harga Minyak Indonesia Naik 27 Persen

HALAKKITA | JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat, rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) berada di posisi US$51,19 per barel sepanjang tahun 2017. Angka ini tercatat meningkat 27,56 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar US$40,13 per barel.

Dikutip dari laman resmi Kementerian ESDM, posisi harga minyak paling tinggi terjadi di bulan Desember 2017, di mana rata-rata ICP tercatat US$60,9 per barel atau naik US$1,56 per barel dari angka bulan sebelumnya yakni US$59,34 per barel. ICP di bulan Desember bahkan merupakan angka tertinggi sejak Juni 2015.

Ada beberapa faktor yang menyebabkan ICP bergerak menanjak jelang akhir tahun. Salah satunya, Energy Information Administration (EIA) AS menyampaikan bahwa naiknya penurunan persediaan minyak mentah dan bahan bakar cair lainnya secara global sebesar rata-rata 400 ribu barel per hari pada 2017 menyebabkan harga minyak dunia terkerek.

Setelah persediaan minyak mentah dunia menurun di tahun lalu, EIA memperkirakan, persediaan minyak dunia akan mengalami kenaikan sebesar 200 ribu barel per hari pada tahun 2018 dan sebesar 300 ribu barel per hari pada 2019. Hal ini diperkirakan mampu menahan harga minyak dunia pada kisaran US$60 per barel.

Tak hanya itu, kesepakatan organisasi negara-negara pengekspor minyak dunia (Organization of the Petroleum Exporting Countries/OPEC) dan Rusia yang memperpanjang pembatasan produksi hingga akhir tahun 2018 juga menjadi pemicu naiknya harga minyak dunia saat ini.

Di samping itu, faktor lainnya adalah kondisi geopolitik di Timur Tengah yang masih memanas dan diiringi meningkatnya permintaan minyak mentah di Cina. Adapun, peningkatan permintaan itu terdiri dari minyak solar, minyak tanah, Liquified Petroleum Gas (LPG), dan bensin.

 

Teks/Foto: CNNIndonesia.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »