YouTube Perketat Aturan Monetisasi Kanal

HALAKKITA | JAKARTA – YouTube memberlakukan aturan yang lebih ketat bagi kanal yang ingin mengumpulkan pundi uang melalui iklan.

YouTube Partner Program (YPP) mengharuskan siapapun yang ingin bergabung dalam program tersebut untuk memiliki minimal 1.000 orang subscriber di kanalnya serta ditonton total 4.000 jam selama setahun ke belakang.

Kebijakan mulai berlaku hari ini, Rabu (17/1). Namun, Google sebagai pemilik platform menegaskan peraturan ini baru akan berlaku sama pada tanggal 20 Februari bagi kanal yang telah lebih dulu bergabung dalam program.

Vice President of Engineering Google Paul Muret menegaskan adanya faktor lain yang dipertimbangkan untuk menentukan kelayakan sebuah kanal untuk bergabung dalam YPP.

“Ukuran pelanggan dan waktu tonton memang tidak cukup untuk menentukan apakah sebuah kanal layak untuk iklan. Oleh sebab itu, kami juga memantau faktor lainnya, seperti penyerangan komunitas, spam dan laporan penganiayaan lainnya untuk meyakinkan bahwa mereka telah mengikuti peraturan platform,” jelas Muret, seperti dikutip melalui TechCrunch.

Dia pun menjelaskan hukuman yang pantas diganjar bagi kanal yang nakal dan tidak mematuhi ketentuan yang berlaku. Salah satunya adalah YouTube akan menghapus kanal yang berulang kali melanggar peraturan yang berlaku.

“Kami akan menghapus kanal yang secara berulang melanggar aturan dari YPP. Untuk kanal yang menyalahi aturan penyerangan komunitas, kami akan seperti biasa menghapus kanal dan akun pemilik dari YouTube,” tegas Paul.

Ketentuan Konten Terpopuler

Selain untuk YPP, platform ini pun berencana merombak beberapa detail dalam program Google Preffered yang menampilkan konten terbaik dan terpopuler.

Muret menyebutkan deskripsi konten yang akan ditampilkan melalui program ini.

“Yang akan ditampilkan adalah konten yang paling banyak ditinjau, selain konten yang paling populer,” papar Muret.

Ketentuan tersebut membuat seluruh video yang akan ditampilkan menjalani proses kurasi manual dan iklan hanya dapat ditampilkan pada video yang sudah terverifikasi mengikuti panduan ramah iklan milik Youtube.

Aturan tersebut akan didukung oleh sistem kesesuaian baru bertingkat tiga yang digagas Youtube untuk pemasaran iklan. Hal ini bertujuan agar pemasaran memiliki ruang lebih luas untuk mengontrol pertimbangan antara menjalankan iklan di lingkungan yang lebih aman atau menjangkau audiens yang lebih luas.

Berbagai inovasi ini muncul setelah insiden video yang diunggah vlogger Logan Paul ke Youtube, yang menampilkan tubuh orang yang meninggal bunuh diri di hutan.

 

Teks/Foto: CNNIndonesia.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »