5 Bau Pada Tubuh Jadi Tanda Gangguan Kesehatan

HALAKKITA | JAKARTA – Bau badan, bau kaki, atau pun aroma busuk dari mulut sering kali menjadi masalah dalam pergaulan.

Mandi, menyemprotkan deodoran, atau pun menyikat gigi, memang bisa menjadi solusi untuk kondisi tersebut.

Namun ternyata, lebih jauh lagi, bau-bau yang muncul di badan Kamu dapat mengindikasikan kondisi kesehatan tertentu.

Sebab, beberapa penyakit menghasilkan bau yang unik dan berbeda.

Kamu mungkin akan bertanya-tanya bau macam apa saja yang bisa mengindikasikan adanya penyakit?

Berikut ini adalah lima bau tubuh yang umum, yang mungkin menandakan kondisi kesehatan yang terganggu, seperti dikutip Kompas.com dari laman 360nobs.

1. Kaki berbau dan infeksi jamur

Jika Kamu mengalami kesulitan untuk mengatasi bau kaki, mungkin ada infeksi jamur yang menjangkit di kulit.

Lebih dari itu, jika Kamu memiliki kulit kering dan bersisik di sekitar jari kaki, kemerahan, dan lecet, kemungkinan itu pun menjadi penyebab aroma tak sedap.

Bau itu mungkin disebabkan dari kombinasi bakteri dan jamur yang terkikis ke kulit dan jaring kaki. Bau dan kondisi ini dapat menyebar terutama akibat Kamu menggaruk kaki itu, dan lalu menyentuh bagian lain tubuh.

Infeksi dapat menyebar hingga ke selangkangan dan juga ketiak hingga memicu munculnya bau yang kian tak sedap.

Mengabaikan kondisi ini dapat membuat masalah di kaki kian memburuk dan menjadi “pintu masuk” bagi bakteri.

Semprotan antijamur dapat membantu memperbaiki masalah ini. Namun, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter, hingga mendapat obat yang tepat.

Lalu, Kamu pun bisa mengunakan bedak sebelum memakai sepatu olahraga dan pergi ke pusar kebugaran. Cara ini dapat membantu mengurangi keringat yang muncul di kaki.

2. Bau mulut dan Sleep apnea

Sleep apnea adalah kelainan yang menyebabkan pernapasan berhenti secara sporadis ketika Kamu tidur.

Sleep apnea tergolong gangguan tidur serius, karena bisa mengakibatkan organ tubuh, terutama otak, tidak mendapat oksigen yang cukup.

Kualitas tidur menjadi buruk, yang dapat membuat Kamu merasa lelah keesokan harinya.

Selain itu,jika Kamu memiliki problem bau mulut terutama di pagi hari padahal sudah menggosok gigi sebelum tidur, mungkin Kamu sedang mengalami sleep apnea.

Sleep apnea menyebabkan tidur dengan mendengkur dalam intensitas yang berlebih. Ini menyebabkan Kamu bernafas dengan mulut di sepanjang malam.

Kondisi inilah yang menyebabkan mulut kering, dan muncul bau tak sedap. Keadaan ini lalu membuka jalan bagi berkembangnya bakteri di dalam mulut.

Bakteri itu yang menghasilkan gas yang bisa membuat napas Kamu berbau seperti telur busuk.

Pada penderita gangguan semacam ini, dokter biasanya merekomendasikan alat continuous positivewayway pressure device  (CPAP).

Perangkat ini terlihat seperti topeng yang terletak di atas hidung dan mulut, dan membantu saluran udara terbuka saat Kamu tidur.

3. Kotoran bau busuk dan intoleransi laktosa

Kegagalan usus kecil untuk menghasilkan enzim, laktase, menghambat tubuh untuk mencerna gula laktosa yang biasa ditemukan pada produk susu.

Hal ini menyebabkan usus kecil mengarahkan laktosa ke usus besar, dan bukan aliran darah tempat fermentasi berlangsung.

Hal ini biasanya berakibat pada kembung, gas bau, kotoran cair, dan berbau busuk.

Komplikasi intoleransi laktosa bervariasi bagi tiap orang. Ada yang mengalami mual, kram, diare, dan muntah di samping kentut dan kotoran yang berbau busuk busuk.

Kamu dapat menemui dokter untuk merekomendasikan jumlah laktosa yang dapat dikonsumsi tubuh per hari.

Atau dokter biasanya juga memberi resep pil Lactaid, yang mengandung enzim laktase dan memungkinkan Kamu mencerna susu dalam 45 menit.

4. “Fruity Breath” dan Diabetes

Komplikasi diabetes adalah diabetes ketoasidosis (DKA), yang terjadi ketika tubuh mengalami penurunan insulin dan kadar gula darah meningkat.

Bila tubuh tidak dapat menciptakan energi yang dibutuhkan untuk berfungsi dengan baik, ia mungkin mulai memecah asam lemak untuk melengkapi.

Kondisi ini menyebabkan terbentuknya keton dalam darah dan aseton (komponen yang sama ditemukan pada penghilang cat kuku) yang menyebabkan bau khas pada nafas yang disebut “fruity breath”.

Hal ini lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1,lebih banyak daripada pada penderita diabetes tipe 2.

DKA dapat menyebabkan penderita muntah dan sering buang air kecil. Pada gilirannya tubuh kehilangan cairan hingga tingkat yang berbahaya.

Dua gejala itu pun dibarengi dengan gejala diabetes lainnya, seperti kelelahan, penglihatan kabur, dan penurunan berat badan yang tidak jelas sebabnya.

Jika Kamu memiliki sejumlah gejala ini, sebaiknya segera berkonsultasi ke rumah sakit.

5. Bau kencing menyengat dan infeksi saluran kemih

Infeksi saluran kencing (ISK) dapat menghasilkan urin dengan bau menyengat. Hal ini terjadi karena bakteri seperti Escherichia coli memasuki saluran kemih dan uretra.

Kemudian, bakteri tersebut berkembang biak di kandung kemih hingga menyebabkan infeksi.

ISK lebih sering terjadi pada wanita daripada pria karena uretra, atau tabung yang mengalirkan kandung kemih lebih pendek.

Jika merasa urine Kamu berbau aneh, periksa ke rumah sakit untuk mendapatkan jawaban yang pasti.

 

Teks/Foto: Kompas.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »