LRT Kayu Putih Roboh, Pemprov DKI Dinilai Bertanggung Jawab

HALAKKITA | JAKARTA – Komisi D DPRD DKI Jakarta akan memanggil pihak-pihak terkait untuk mencari tahu seputar insiden konstruksi tiang beton Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan yang roboh di kawasan Kayu Putih, Pulo Gadung, Jakarta Timur pada Senin (22/1) dini hari.

Pemprov DKI termasuk salah satu yang akan dipanggil karena dinilai ikut bertanggung jawab atas insiden itu.

“Kita akan lakukan survei ke lapangan segera dan melakukan pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait,” kata Ketua Komisi D Iman Satria melalui pesan singkat kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/1).

Iman yang mengetuai komisi bidang pembangunan DPRD DKI Jakarta ini menambahkan, pemanggilan bertujuan untuk memintai keterangan lebih lanjut dan pemberian sanksi.

“Ya… prinsipnya akan ada sanksilah bagi semua pihak yang terlibat,” tutur Iman.

Dia tak merinci jenis-jenis pelanggaran yang bisa dikenai sanksi maupun jenis sanksinya. Namun, Iman menyatakan, sanksi akan dikenakan pada pihak-pihak yang dianggap terkait dan bertanggung jawab seperti kontraktor, termasuk Dinas Tata Kota, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

“Pemprov DKI (juga) ikut bertanggung jawab atas kecelakaan ini dan akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan lanjutan,” katanya.

Sebanyak lima orang dikabarkan luka-luka dalam insiden robohnya LRT Kayu Putih.

Ini bukan kali pertama proyek transportasi massal di Jakarta diwarnai kecelakaan. Sebelumnya pada November tahun lalu pembatas beton proyek mass rapid transit (MRT) di Kebayoran Baru roboh.

Iman Satria mengatakan, DPRD akan memanggil kontraktor, Dinas Tata Kota dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk mengetahui penyebab dan upaya pencegahan agar tidak terjadi lagi insiden dalam proyek transportasi massal ini.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno sebelumnya mengatakan insiden di Kayu Putih disebabkan pengerjaan infrastruktur LRT diburu waktu sehingga terjadi kelalaian dalam prosedur di lapangan.

Sandi mengatakan, proyek LRT ditargetkan harus selesai pada Juli menjelang Asian Games.

“Pak Satya bilang kalau mereka akan mengejar dengan shift yang ditambah orang dan kami sama-sama khawatir masalah keselamatan kerjanya,” ujar Sandi yang merujuk pada Satya Hergandhi, direktur PT Jakarta Propertindo.

 

Teks/Foto: CNNIndonesia.com

Print Friendly, PDF & Email



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »